You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ilustrasi kebakaran mobil doc
photo Ilustrasi - Beritajakarta.id

Gulkarmat Diminta Siapkan SOP Penanganan Kebakaran Kendaraan Listrik

Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mohamad Ongen Sangaji meminta, Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) khusus untuk penanganan kebakaran kendaraan listrik.

"Penanganannya berbeda,"

Ongen menilai, hingga saat ini belum tersedia alat pemadam api ringan (APAR) yang efektif untuk mengatasi kebakaran yang bersumber dari baterai kendaraan listrik. Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan karena dapat menghasilkan zat beracun yang mengancam keselamatan.

“Jika terjadi kebakaran pada mobil listrik, penanganannya berbeda. Sampai hari ini belum ada APAR yang bisa memadamkan baterainya. Ini berbahaya karena bisa menimbulkan zat beracun,” ujar Ongen, Minggu (26/4).

Bappeda Kaji Identifikasi Risiko dan Mitigasi Kendaraan Listrik

Dikatakan Ongen, Dinas Gulkarmat perlu segera menyiapkan langkah antisipatif, termasuk mencari metode penanganan yang tepat. Apalagi, kata dia, jumlah kendaraan listrik di ibu kota terus meningkat, sehingga membutuhkan kesiapsiagaan yang lebih baik.

Menurutnya, Dinas Gulkarmat saat ini telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya studi banding ke luar negeri untuk mempelajari penanganan kebakaran kendaraan listrik.

Komisi A, lanjutnya, mendukung penuh inovasi yang dilakukan Dinas Gulkarmat. Namun, ia menegaskan bahwa standar penanganan tetap perlu mengacu pada kebijakan pemerintah pusat.

“Kami di DKI mendorong karena ini menyangkut keselamatan warga Jakarta, seiring semakin banyaknya pengguna mobil listrik,” tandasnya.

Sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memulai melakukan riset kebencanaan tahun 2026 yang berfokus pada mitigasi risiko teknologi baru, khususnya potensi kebakaran baterai kendaraan listrik, serta penguatan kapasitas operasional BPBD dalam siklus penanganan bencana.

Melalui kolaborasi dengan akademisi dan berbagai lembaga, riset tersebut ditujukan untuk menghasilkan kebijakan berbasis data (evidence based policy). Hasilnya diharapkan dapat membantu Jakarta menghadapi tantangan sebagai kota global, sekaligus menjadi rujukan bagi daerah lain dalam mengelola risiko di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekosistem kendaraan listrik.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai Siap Beroperasi Penuh 26 Agustus

    access_time24-08-2026 remove_red_eye2157 personDessy Suciati
  2. Lomba Dayung di Pasar Baru Digelar Akhir Agustus

    access_time20-08-2026 remove_red_eye1664 personFolmer
  3. Resmikan RS Toto Tentrem, Pramono Dorong Kerja Sama dengan RSUD Tarakan

    access_time24-08-2026 remove_red_eye1345 personDessy Suciati
  4. LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai Siap Diresmikan 26 Agustus

    access_time22-08-2026 remove_red_eye1239 personDessy Suciati
  5. Asyik, Sekarang Ada Bioskop Mini di Rusun Pasar Rumput

    access_time24-08-2026 remove_red_eye949 personBudhi Firmansyah Surapati